Newsletter subscribe

Pendidikan

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama pandemi Covid 19: Meninjau Praktik di Lapangan

Posted: November 17, 2021 pukul 2:42 pm   /   by   /   comments (0)

JAKARTA, INVESTIGASI BIROKRASI –

Pandemi covid 19 masuk ke Indonesia pada maret 2020, hal ini menyebabkan dampak yang besar dalam berbagai bidang termasuk pendidikan. Tetapi pemerintah melakukan berbagai upaya agar pembelajaran tetap berlangsung. Mengutip dari laman blog kemdikbud.go.id Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah mengeluarkan surat edaran untuk pencegahan virus corona (Covid-19) pada satuan pendidikan, Minggu (9/3/2020). Dengan dikeluarkannya surat ini, maka pembelajaran dinyatakan dilaksanakan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada satuan pendidikan.

Pada PJJ, pembelajaran dilakukan dengan menerapkan pendekatan konstruktivisme. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan  konstruktivisme ini guru berperan sebagai fasilitator sehingga mendukung pembelajaran menggunakan media atau teknologi. Media yang sering digunakan pada PJJ adalah Whatsapp, Zoom, Google Classroom, Google Drive, Youtube, dan beberapa website pengajaran Bahasa inggris. Menurut pendekatan ini guru memberikan stimulus untuk mendapatkan respons, stimulus yang diberikan berupa penggunaan file teks, rangsangan visual, materi mendengarkan, informasi budaya, siaran TV langsung atau radio atau surat kabar dalam bahasa asing. Setelah diberikan stimulus, siswa diminta untuk mengalisis, mengkontruksi pengetahuannya sendiri dengan berdiskusi melalui zoom meeting, guru hanya sebagai fasilitator pada diskusi ini sehingga pembelajaran berpusat pada siswa.

Konstruktivisme adalah pendekatan yang menunjukkan bahwa pembelajaran lebih efektif dan bermakna ketika siswa mampu berinteraksi dengan masalah atau konsep. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk membangun pengetahuan, mengintegrasikannya ke situasi baru, mengambil pengetahuan awal mereka sebagai dasar dan manfaat dari interaksi sosial serta mengembangkan pemikiran kritis. Dengan menerapkan Project Based Learning, siswa didorong untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar, karena mereka perlu mengatur diri mereka sendiri, berdiskusi antar kelompok, dan berbagi informasi untuk menyelesaikan pertanyaan, masalah, atau tantangan yang rumit. Proyek yang diberikan juga akan memberikan pengaturan otentik yang mencerminkan kompleksitas kehidupan nyata. Siswa juga akan mengembangkan keterampilan, seperti berpikir kreatif, belajar mandiri, pemecahan masalah, kepercayaan diri dan kerja tim. Keterampilan tersebut sangat penting di tempat kerja masa depan siswa. Dengan cara ini, siswa akan belajar dengan penuh semangat tanpa menyadari atau dipaksa untuk berpartisipasi dalam metode pembelajaran tradisional.

Setelah PPKM level 3 Sejumlah aturan dilonggarkan kembali dalam perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kabupaten Bogor, salah satunya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Meskipun dalam Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/408/Kpts/Per-UU/2021 PTM terbatas sudah bisa dilaksanakan. Sekolah-sekolah melaksanakan PTM per tanggal 1 September 2021. Perubahan cara belajar dari PJJ ke PTM tentunya tak mudah untuk dilakukan. Dibutuhkan kesiapan antara tenaga pendidik seperti guru dan juga siswa, Namun, kebiasaan PJJ yang telah bisa disesuaikan para siswa justru diubah kembali karena saat ini pemerintah telah memperbolehkan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Durasi waktu yang singkat selama PTM terbatas juga menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk mengembalikan fokus belajar siswa demi tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan. Pelaksanaan PJJ selama lebih dari satu setengah tahun tentu membawa kebiasaan baru peserta didik dalam belajar. Sehingga penyusunan ulang perencanaan pembelajaran, pemilihan metode pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, sampai dengan pemilihan evaluasi pembelajaran mutlak harus dilakukan penyesuaian oleh sekolah dan guru.
Program pada awal-awal PTM ini memang fokus utamanya adalah membiasakan kembali sekolah –ini butuh proses yang tidak singkat. Apalagi sebelumnya peserta didik sudah terbiasa dengan model pembelajaran PJJ yang santai dan fleksibel.

Oleh karena cara pembelajaran yang berubah, maka model pembelajaran pun harus menyesuaikan. Maka dari itu, pada saat PTMT guru menggunakan pendekatan konstruktivis dengan menggabungkan metode blended learning. Mengingat jam belajar yang dikurangi, maka blended learning dirasa cocok dan relevan. Salah satu alternatif yang dapat dipilih adalah dengan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran praktik menggunakan pendekatan online. Namun, pembelajaran online memiliki kelemahan yang sangat fundamental yakni kurangnya interaksi secara langsung antara pengajar dengan siswanya, sehingga menimbulkan banyak kesalahpahaman pada diri siswa. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan yang terjadi, pembelajaran dapat menggunakan blended learning, yakni gabungan antara pembelajaran online dan tatap muka.

Pada Bahasa inggris, pembelajaran dikelas diisi dengan pemberian materi inti, atau sekedar membahas latihan soal. Sebagai contoh, untuk kegiatan brainstorming dapat menggunakan mentimeter, untuk berbagi file, memberikan pendapat atau feedback dapat menggunakan google drive dan Edmodo, untuk review pembelajaran dengan games dapat menggunakan kahoot dan quizizz, untuk sumber belajar ada google dan youtube, untuk menghubungkan setiap siswa dapat menggunakan google classroom, dan whatsapp. Dengan adanya media-media diatas sangat membantu proses pembelajaran tetap belangsung walau adanya keterbatasan waktu. Maka, kiranya para guru dapat menggunakan media pembelajaran pada abad 21 ini.

Blended-learning dirasa lebih efisien dan fleksibel untuk kegiatan PTMT ini. Blended-learning juga sangat cocok dengan pendekatan konstruktivisme, sehingga diindonesia sudah banyak penelitian mengenai hal ini.

Penulis : Syilfa Erpinda Rahman, S.Pd

Guru SMA NEGERI 1 TAJURHALANG, BOGOR
Mahasiswi  pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka, Jakarta.

Mata kuliah : ICT

 

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website